1510970047 1510968541 1510966729 1510965223 1510963717 1510962211 1510960403 1510958897 1510957054 1510955545 1510954025 1510952217 1510950690 1510948808 1510947268 1510945461 1510943630 1510941811 1510939978 1510937440 1510935612 1510934104 1510932293 1510930772 1510928961 1510927432 1510925624 1510923813 1510922005 1510920199 1510918696 1510916886 1510915075 1510913236 1510911362 1510909846 1510908031 Berita Utama

Fri11172017

Last update08:28:25 AM

Back You are here: Home Berita Utama

Berita Utama

Ridho Pilih Nunik

BANDAR LAMPUNG- Walau sedang diterpa kampanye hitam, petahana M. Ridho Ficardo tetap menyiapkan diri secara maksimal untuk bertarung di Pemilihan gubernur (Pilgub) Lampung tahun 2018. Termasuk mempersiapkan perahu dan wakil yang akan mendampinginya maju pada hajat lima tahunan tersebut.


Kabar terbaru menyebutkan, jika Ridho hampir pasti memilih Kader PKB yang juga sekaligus Bupati Lampung Timur (Lamtim) Chusnunia Chalim atau biasa disapa Nunik, untuk jadi wakilnya di Pilgub mendatang. Informasi ini dibenarkan oleh salah seorang tim sukses yang ada dalam lingkaran sang petahana tersebut. “Ya kemungkinan besar wakil Mas Ridho itu bu Nunik,” ujar sumber Haluan Lampung Kamis (16/11).


Hingga kini, lanjut sumber tadi, komunikasi terus dijalankan oleh pihak Ridho Ficardo dengan Nunik dan timnya. Termasuk dengan jajaran petinggi partai PKB.  “Ya hingga saat ini komunikasi terus kita jalankan, tapi kemungkinan tetap bu Nunik pilihan mas Ridho, mohon doanya bang supaya lancar semuanya,” kata sumber.

Hingga kini pihak Nunik belum bereaksi terkait hal itu. Informasi yang diperoleh awak media menyebutkan jika bupati wanita pertama di Lampung itu tetap ingin fokus bangun Bumei Tuah Bepadan. Walau bupati berparas ayu tersebut juga tak serta merta menampik ajakan sang petahana jadi wakilnya pilkada 2018.


Seperti diberitakan sebelumnya, DPP PKB sudah memberikan sinyal Arinal Djunaidi sebagai calon gubernur, namun hal itu tak mengurungkan niat Gubernur Lampung, Ridho Ficardo untuk mengajak salah satu kader partai tersebut sebagai calon pendamping di pilkada 2018. Kader yang dimaksud tersebut yakni Bupati Lampung Timur, Chusnunia Chalim atau biasa disapa Nunik.


Indikasi tersebut nampak saat Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo ‘merayu’ bupati berparas ayu tersebut saat menghadiri pembukaan festival Way Kambas ke-XVII, Sabtu (11/11). Dalam kesempatan tersebut, Ridho memberikan pujian khusus terhadap Nunik.

Banyak pihak menduga, bahwa hal itu sebagai sinyal untuk mengajak Bupati wanita pertama di Lampung itu sebagai pendamping untuk membangun Lampung periode 2018-2023. Ridho memuji Nunik dengan mengatakan mantan anggota DPR RI itu sebagai sosok luar biasa yang memiliki akses dan jaringan luas sampai ke tingkat nasional.


"Bu Bupati memang luar biasa, dengan akses dan jaringannya yang luas beliau mampu membangun Lampung Timur. Kalau ada kesempatan, Bu Bupati juga bisa ikut membangun Lampung," kata Ridho. Mendapat pujian gubernur, Nunik hanya memberikan senyum khasnya.


Pernyataan Ridho tersebut dapat ditafsirkan ia "mengajak" Nunik menjadi calon Wakil Gubernur Lampung, mendampinginya pada Pilgub 2018 nanti. Saat ini Ridho memang belum mengumumkan siapa wakil yang akan mendampingi di Pilgub 2018. Kaolisi partai pun juga demikian.

Dalam kesempatan itu, tak lupa Ridho pun menyampaikan akan memasukkan agenda festival Way Kambas sebagai unggulan wisata lampung. "Suksesnya acara yang digelar oleh Bu Nunik ini akan saya masukkan sebagai agenda Unggulan Wisata Lampung," tutur Ridho. (wan)

Puting Beliung Kembali Hantam Lamtim

SUKADANA- Badai angin puting beliung kembali melanda Kabupaten Lampung Timur (Lamtim). Bencana itu mengakibatkan beberapa fasilitas bangunan pemerintah seperti sekolah dan kantor desa di Desa Ngesti Karya, Kecamatan Waway Karya, dilaporkan rusak.


"Kejadian tadi sekitar pukul 11.30 WIB, hujan deras disertai angin kencang menerjangan fasilitas bangun pemerintah seperti bangun sekolah SD, kantor desa dan rumah dinas," kata Camat Waway Karya Jarot, saat dihubungi dari Lampung Timur, Kamis (16/11).


Ia menjelaskan, atap bagunan sekolah SD, kantor desa, rumah dinas dan sejumlah rumah warga itu berterbangan tersapu angin. Selain itu, sejumlah rumah juga turut rusak dihantam angin puting beliung. Menurut dia, data sementara dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa namun saat badai angin itu melanda bangunan SD mengakibatkan dua siswa sekolah tersebut terluka.


"Korban jiwa tak ada, tapi yang di sekolah ada dua siswa yang terluka ringan, lecet-lecet karena tertepa serpaan benda yang berterbangan," katanya dikutip dari Antara. Camat Waway Karya itu menyatakan akan menyampaikan lebih lanjut data lengkap dampak badai angin puting yang melanda daerahnya.


"Nanti kita sampaikn kalau sudah terdata semuanya, tapi secara umum itu yang bisa saya sampaikan, " katanya. Sebelumnya, pada Selasa (14/11) sore tiga desa di Kecamatan Way Jepara Lampung Timur pun dilanda badai angin puting beliung. Sebanyak 492 rumah rusak, baik rusak berat, sedang dan ringan namun tidak ada korban jiwa. (ant)

Tol Operasi, Lampung Jadi Jawa Kedua

BANDAR LAMPUNG- Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI), Sulaiman Sumawinata, mengatakan Lampung merupakan provinsi strategis dan memiliki banyak potensi. Lalu, ditunjang jalur transportasi nasional melalui udara, laut, dan darat.


“Jadi Lampung tak usah khuwatir, hawa pertumbuhan sangat jelas muncul di Provinsi Lampung ini. Pemerintah harus mendukung segi infrastruktur dan mulai melihat tata ruang kedepannya,” ujarnya dalam Musyawarah Daerah IX REI 2017 di Ballroom Hotel Swiss Belhotel, Kamis (16/11).


Dia sepakat REI harus terus bersinergi dengan pemerintah, agar di bidang perumahan dan pariwisata bisa berjalan dengan baik. "Lima hingga 10 tahun ke depan bila Jalan Tol Trans Sumatera beroperasi, Lampung akan menjadi Jawa kedua. Ini dahsyat hati-hati saja harga tanah bisa melonjak. Di sini dan pertumbuhan ekonomi akan melambung naik," kata Sulaiman.


Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Harun Al Rasyid mengatakan, Pemprov Lampung mengajak REI percepat penyediaan rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Hingga kini, masih ada 93.725 warga Lampung tinggal di rumah tak layak huni.


Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Harun Al Rasyid meminta REI memperluas gerakan sejuta rumah dari Presiden Joko Widodo melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).  Upaya ini, kata Harun, sejalan dengan program Bantuan Stimulan Perumahan Sadaya (BSPS) yang dijalankan Pemerintah Provinsi Lampung bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).


"Tahun ini Lampung dapat alokasi 3.000 bedah rumah dan tahun 2018 naik jadi 5.000 rumah. Ini tentu belum cukup. Karena itu, saya ajak REI terus kembangkan rumah MBR," katanya mewakili Gubernur Ridho Ficardo.
Pemprov Lampung dan DPD REI Lampung harus bersinergi memenuhi kebutuhan rumah subsidi dan komersial. "Teruslah membangun dan meningkatkan infrastruktur mewujudkan kawasan pemukiman layak huni. Ini untuk mendukung Lampung jadi Provinsi Maju dan Sejahtera 2019,” katanya.


Dia menambahkan, rumah merupakan sarana awal dan pusat pendidikan keluarga dalam mengembangkan jati diri dan menyiapkan generasi mendatang. Pembangunan perumahan dan permukiman, juga dapat jadi pemicu perekonomian nasional maupun daerah.


“Karena ltu Pemprov Lampung berharap organisasi REI dapat menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah guna mengatasi permasalahan yang ada," katanya. (rilis)


Musda XI REI Provinsi Lampung juga dihadiri Bunda Paud yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Yustin Ridho Ficardo. Sejak 2014, Bunda Paud dan REI bermitra membangun sekolah PAUD di perumahan yang dibangun REI. Yustin mengapresiasi REI karena bukan hanya memperhatikan real estate tapi juga membangun sekolah anak usia dini di setiap perumahan. (rls)

PLN Aktifkan PLTD di Pulau Pahawang

MARGA PUNDUH- Masih minimnya penerangan di Pulau Pahawang, Perusahaan Listrik Negara (PLN) wilayah Distribusi Lampung melakukan penyalaan listrik perdana menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).


General Manager Wilayah Distribusi Lampung, Jelita Indah, mengatakan, Desa Kepulauan Pahawang, selama ini penerangan didominasi genset, baik perorangan maupun kelompok. Kehadiran PLN di Pahawang yakni untuk mendukung peningkatan ekonomi sektor wisata di Pulau Pahawang.


"Ya, ini memang merupakan salah satu program pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Pusat yang menginginkan adanya listrik pada daerah kepulauan," jelas dia, Kamis (16/11). Menurutnya, penyalaan listrik di Pulau Pahawang kali ini merupakan tahap awal realisasi program pemerintah tersebut.


"Hal Ini memang tahap awal kita alihkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ke tenaga Diesel. Makanya disini kita tempatkan pembangkit listrik tenaga diesel dengan daya 150 KVA," jelasnya. Ditambahkannya, kedepan PLN akan terus berupaya untuk merealisasikan Indonesia terang yang menjangkau daerah kepulauan terluar.


"Sebenarnya sifatnya sementara, sebab nantinya kita juga akan bangun jaringan listrik bawah laut untuk mengakomodir kebutuhan listrik Pulau Pahawang," ucap dia. Dijelaskannya, Pulau Pahawang merupakan salah satu daerah prioritas pembangunan infrastruktur, khususnya sektor listrik.


"Sebenarnya rencananya program ini akan kita mulai pada tahun 2018. Akan tetapi kita percepat pada tahun 2017. PLTD ini akan akomodasi kebutuhan listrik 400 KK di Pulau Pahawang. Kalau sebelumnya pakai PLTS itu banyak keterbatasan dan kelemahan, tahun 2018 kita akan mulai semester satu pembangunan jalur listrik bawah laut," terang dia. (ton/mus)

Jalan Los Pasar Kotaagung Rusak Berat

KOTAAGUNG- Para pedagang di Pasar Baru Kotaagung mengeluhkan jalan di dalam los pasar rusak parah. Ini lantaran para pengguna jalan banyak terjatuh akibat rusaknya jalan tersebut, apalagi musim penghujan.
"Jalan sekitar sepanjang setengah kilometer dan lebar tiga meter penghubung jalan Merdeka dan Harapan itu nyaris semua rusak berat,"ungkap Ahmad Dhani, pemilik Toko Baju di sekitar jalan tersebut Kamis (16/11).

Dia pun mengeluhkan ada empat toko termasuk tokonya kerap kaca etalasenya pecah lantaran batu yang meleset dari ban motor pengendara yang lewat. Dia berharap instansi terkait dapat perbaiki jalan los pasar. “Pokoknya jalan ini rusak berat,” katanya.


Menurut dia, jalan itu adalah jalan yang bisa digunakan warga ketika akan menuju toko baju dengan berkendaraan roda dua. Selain itu jalan tersebut salah satu jalan menunju pasar sayuran. ”Setiap titik jalan ini membentuk lubang menganga. Nah, dilubang itulah banyak pecahan batu split,” ungkap Dhani.


Hal sama juga dikatakan Sigit. Tukang ojek yang biasanya mangkal di pasar baru itu mengatakan, kerusakan jalan itu terjadi sudah sejak lama. Awalnya, kerusakan hanya kecil saja tetapi karena tidak ada perbaikan lama kelamaan semakin membesar.


“Saya sehari-hari mangkal juga risih dengan besarnya lubang di jalan tersebut. Bahkan beberapa kali saya hampir tergelincir, untung nya kami sudah hafal dengan kondisi jalan tersebut".

Ia mengatakan, selama ini banyak kendaraan tergelincir dan jatuh akibat menghindari lubang. Selain itu, akibat kerusakan jalan dampak utamanya banyak toko baju tak laku jualannya karena pembeli tak mau masuk. Terutama pembeli yang gunakan bermotor.


”Mau parkir di luar takut motor hilang. Di sini parkirnya tak jelas dan gelap. Jadi kalau ada pembeli yang akan membeli baju paling mereka yang jualan diluar, karena enggan masuk,” ujarnya. Untuk itu, baik pedagang maupun tukang ojek yang biasa mangkal di sana berharap agar pemerintah kabupaten dapat membangun kembali jalan yang rusak itu. Jika terus dibiarkan maka kerusakannya akan lebih parah. ”Ya kalau bisa tahun ini dibangun, karena kerusakannya sudah cukup parah,” tuturnya. (ton)

Lamteng Posisi 4 Penyelenggara Pemda

GUNUNG SUGIH- Lampung Tengah (Lamteng) naik tujuh peringkat dalam hal prestasi penyelenggaraan pemerintahan daerah (pemda) tahun 2016. Posisi saat ini kabupaten bergelar Jurai Siwo itu lebih baik jika dibandingkan Kota Bandar Lampung pada posisi keempat dari 14 kabupaten/kota di Provinsi Lampung.


Penilaian itu diberikan Pemerintah Provinsi Lampung dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Peringkat tahun lalu lebih baik berdasarkan penilaian yang dimulai sejak 17-19 Oktober yakni Lamteng pada peringkat 11 Provinsi Lampung tahun 2015.


"Penilaian peringkat kinerja meliputi semua lini himpunan kinerja semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Penilaian langsung ini Pemprov Lampung dan Kemendagri. Nilai didapat adalah dengan status tinggi," kata Kepala Bagian Adminiastrasi Tata Pemerintahan (Tapem) Pemkab Lamteng, HM Juniar.


Dia menjelaskan, adapun skor diperoleh Lamteng adalah 2,9917 lebih tinggi dari Kota Bandar Lampung yakni 2,9827 pada posisi kelima. Sementara itu, 2015 Lamteng di posisi 11 dengan raihan skor 2,8118 menempati posisi 232 kabupaten/kota nasional.


Mantan Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamteng itu mengatakan, peningkatan program kerja masa kepemimpinan Bupati Mustafa dan Wakil Bupati Loekman Djoyosoemarto mempengaruhi hasil validasi terhadap indikator kinerja kunci laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah (IKK-LPPD).


"LPPD merupakan kewajiban kepala daerah sebagaimana disebutkan dalam Pasal 69 UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah. Hanya dua kabupaten dan satu kota yang mendapatkan status sangat tinggi," bebernya.


Data Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, peringkat pertama tertinggi penilaian yakni Lampung Barat yakni dua tahun berturut-turut dengan skor 3,3016. Peringkat kedua Kota Metro skor 3,2980 dan ketiga yakni Lampung Utara skor 3,0262.


Terpisah, DPRD Lamteng mengapresiasi raihan Pemkab Lamteng terkait penyelenggaraan pemerintahan daerah. Namun, wakil rakyat berharap posisi itu bukan berpuas diri dan diharapkan bisa menjadi pemicu untuk jauh lebih baik.


"Kita apresiasi raihan itu. Berarti ada peningkatan jika dibandingkan dua tahun lalu. Namun, jangan sampai berpuas diri, saya justru melihatnya organisasi perangkat daerah (OPD) harus bisa meningkatkan pelayanan nyata kepada masyarakat," kata Wakil Ketua II DPRD Lamteng, Riagus Ria.

Bupati Lampung Tengah DR. Ir. Mustafa menuturkan peningkatan kinerja aparatur pegawai menjadi keharusan dijajaran pemerintahan. Tanpa ada perbaikan kinerja, pelayanan kepada masyarakat tidak akan berjalan maksimal. (dra/win)

Walhi Temukan Tambak Dekat TNBBS

BANDAR LAMPUNG- Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Lampung menggelar diskusi dan ekspos menyikapi Pembangunan Tambak di Pekon Bandar Dalam dan Pelebaran Jalan Patroli Way Heni-Way Haru di Wilayah Taman Nasional Bukit Barisan (TNBBS), Kecamatan Bengkunat Belimbing, Kabupaten Pesisir Barat, di Hotel Sheraton, Rabu (15/11).


Direktur Walhi Lampung, Hendrawan memaparkan, awal September 2017 Walhi dapat laporan masyarakat soal adanya aktivitas mobilisasi alat berat berupa eksavator menuju Pekon Way Haru Kecamatan Bengkunat Belimbing Kabupaten Pesisir Barat.


Selanjutnya, Walhi turun langsung ke lapangan untuk melihat dan memantau langsung aktivitas yang sedang terjadi di wilayah tersebut. Hasilnya diperoleh dugaan PT. Delivra Sinar Sentosa yang membuka lokasi tambak pada areal enclave Way Haru, sedangkan izin prinsip yang diterbitkan BKPM untuk lokasi dimaksud telah diterbitkan untuk Penyertaan Modal Asing (PMA) atas nama PT. Indomarine Aquaculture Farm.


"Berdasarkan investigasi sebanyak tiga kali tim di lapangan, telah ditemukan aktivitas pembangunan tambak di tanah Enclave Marga Belimbing Pekon Bandar Dalam yang berbatasan dengan TNBBS dan Samudera Hindia," ujar Hendrawan.


Aktivitas pembuatan tersebut, kata dia, telah menghasilkan lebih kurang sebanyak 15 kolam tambak dengan luasan per kolam sekitar 50 x 50 meter di wilayah tersebut.


Selain itu, tambah Hendrawan, ditemukan juga aktivitas pelebaran jalan patroli Haru. Di sana terdapat daerah enclave Way Haru dengan jumlah penduduk lebih kurang 5.000 Jiwa. Kawasan tersebut tergolong pekon terisolasi karena kondisi jalan sangat buruk.


“Di jalan menuju lokasi pembukaan tambak, ada dua unit ekskavator yang melebarkan jalan. Sudah dibuka sekira 5-7 meter dengan panjang sekitar 6 kilometer. Sedangkan jalan yang sudah dibuat talud pinggir kira-kira sepanjang 2 km,” ujarnya.


Lebih lanjut Hendrawan menuturkan, diskusi ini digelar guna memonitoring dan mendorong penegakan hukum lingkungan, sebagai upaya untuk menyelamatkan kelestarian TNBBS sebagai salah satu situs warisan dunia.
Selanjutnya, untuk membangun kesepakatan pihak-pihak terkait, dalam bentuk komitmen bersama untuk melakukan upaya pembangunan yang berwawasan lingkungan.


"Walhi juga mendorong aparat penegak hukum untuk melakukan tindakan hukum kepada pihak-pihak yang tidak patuh terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku," tegasnya.


Pada kesempatan sama, Wakapolda Lampung, Brigadir Jenderal Angesta Romano Yoyol mengatakan, Polda Lampung akan mendatangi lokasi pembangunan tambak di Pekon Bandar Dalam, dan Pelebaran Jalan Patroli Way Heni-Way Haru di wilayah TNBBS, Kecamatan Bengkunat Belimbing, Kabupaten Pesisir Barat. Langkah itu terkait investigasi Walhi Lampung.
“Kami akan ke tempat kejadian perkara (TKP), kemungkinan pekan depan. Sebab, masih menunggu (koordinasi) dari DPRD Lampung, nanti sama-sama ke lokasi lagi,” kata AR Yoyol.


Angesta mengungkapkan, pihaknya telah menghentikan aktivitas perusahaan sejak 11 Oktober lalu. Selain itu, Polda juga telah memasang garis polisi di kawasan pembuatan tambak.
Saat ini, kata dia, Polda juga telah menetapkan satu orang tersangka dari perusahaan modal asing (PMA) atas nama PT Indomarine Aquaculture Farm. “Sementara ini, tersangka satu orang. Dia warga negara asing, pemilik modal,” ungkapnya. (rik)