1510971096 1510969589 1510968068 1510966562 1510964750 1510963238 1510961424 1510959607 1510957738 1510955929 1510954094 1510952231 1510950361 1510948517 1510946997 1510945188 1510943378 1510941546 1510939975 1510937320 1510935510 1510934005 1510932195 1510930687 1510928866 1510927357 1510925845 1510924033 1510922527 1510920716 1510918863 1510917018 1510915205 1510913355 1510911497 1510909659 1510907845 Metro

Fri11172017

Last update08:28:25 AM

Back You are here: Home Daerah Metro

Metro

Lampung Pas Jadi Kawasan Industri Pertahanan

BANDAR LAMPUNG- Para Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) ke-XLIV Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI menilai Lampung berpotensi jadi kawasan industri pertahanan. Para siswa Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) itu menilai, Lampung strategis dalam artian sebagai pintu gerbang Sumatera.


"Selain berpotensi sebagai pertahanan, juga berpotensi menjadi kawasan khusus ekonomi maritim," ujar Ketua Kelompok Pasis Dikreg ke-44, Kolonel Inf Yustinus saat menyampaikan executive summary (ringkasan eksekutif) KKDN Pasis Dikreg ke- 44 Sesko TNI 2017 sekaligus menyerahkannya ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Jumat (3/11).


Yustinus mengatakan peluang dan kekuatan Lampung itu perlu direkomendasikan dengan cara mengembangkan potensi wilayah guna memacu kesejahteraan masyarakat yang berimplikasi terhadap ketahanan wilayah. Selanjutnya, penyelarasan strategi pembangunan dan kepentingan pertahanan. Lalu, pengembangan kekuatan militer, pemanfaatan, peningkatan fungsi sarana, dan prasarana wilayah untuk kepentingan pertahanan.


Potensi tersebut, papar Yustinus antara lain realisasi wilayah Kalianda menjadi kawasan ekonomi khusus pariwisata, dan mengembangkan energi terbaru yang melimpah di Lampung seperti geotermal, matahari dan angin untuk mewujudkan kemandirian energi.


"Potensi lain yang harus dikembangankan yakni meningkatkan produksi hilir terutama produksi pengolahan yang selama ini hasil bumi melimpah di Lampung," kata Yustinus.


Selain itu, memberdayakan BUMD secara optimal, dan memanfaatkan potensi sebagai pintu gerbang Jawa-Sumatera sekaligus mengantisipasi implikasi negatif narkoba, illegal logging, dan human trafficking. Dalam sambutannya, Direktur Evaluasi dan Pengembangan Sesko TNI, Brigjen TNI Deddy Kusbandi mengatakan para pasis memperoleh data tentang sumber daya nasional yang dimiliki Lampung guna kepentingan pertahanan negara.
"Para pasis berupaya mengolah, menyusun dan menganalisa data tersebut dengan tujuan mensinergikan sumber daya serta mengoptimalkan sarana dan prasarana yang ada didaerah sehingga dapat dijadikan second opinion dalam penyiapan pertahanan negara," ujar Deddy.


Data tersebut dijadikan sebagai alternatif konsep bagi pemerintah daerah, komando kewilayahan, dan seluruh jajaran dalam rangka penataan dan pengembangan sumber daya pertahanan wilayah.  "Kami menyadarikegiatan ini tidak tercapai secara optimal jika tidak didukung dan peran aktif kerja sama yang diberikan oleh seluruh pejabat dan jajaran yang ada di Lampung," kata Deddy.


Dia berharap kerjasama dalam pemberdayaan wilayah ketahanan dan penataan wilayah, dapat mendukung pertahanan wilayah yang semangat kebangsaan dan kesadaran belanegara. "Ini dapat dijadikan landasan kokoh dan dapat meningkatkan semangat kebersamaan dalam memperkuat komitmen kita untuk selalu memberikan yang terbaik sesuai peran, tugas dan fungsinya masing-masing," ujar Deddy.


Menurut Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Sutono, apa yang disampaikan pada ringkasan eksekutif tersebut sejalan dengan program Pemprov Lampung. "Apa yang disampaikan calon-calon pemimpin bangsa sangat strategis dan selaras dengan tujuan Pak Gubernur yakni untuk pembangunan dan menyejahterakan masyarakat," ujar Sutono. (rls/win)

Pesibar Siap Melaksanakan Data Kemiskinan

Krui, Kabupaten Pesisir Barat siap melaksanakan validasi data kemiskinan. Hal ini menindaklanjuti hasil Rakor Penanggulangan Fakir miskin Pedesaan, sekaligus Launching Kegiatan Verifikasi dan Validasi Data Terpadu Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2017, yang disampaikan oleh Bupati, Agus Istiqlal pada, Rabu (11/10) di Gedung Wanita, Krui.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pesisir Barat, Hi. Marzuki, sesaat setelah acara selesai di ruang kerjanya, menjelaskan, " Tujuan Rapat Koordinasi Penanggulangan Fakir Miskin Pedesaan ini, yang pertama, untuk menyampaikan informasi dan Komunikasi Kebijakan dan Program dalam rangka Pengentasan dan Penanganan Kemiskinan ".

Yang kedua, untuk menyatukan persepsi dan gerak, dalam rangka penanganan Fakir Miskin. Dan yang ketiga, menunjukkan bahwa, Kabupaten Pesisir Barat, siap melaksanakan Update data terpadu Fakir Miskin. Artinya kesiapan dari Dinas Sosial untuk melakukan pendataan, jelas Kadis Sosial, Marzuki.

Kami memiliki 203 anggota yang memang siap diterjunkan, yang terdiri dari, Pendamping PKH, Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Taruna Siaga Bencana (TAGANA), Pendamping KUBE dan para staf Dinas Sosial, jelas Marzuki. Metode yang kami gunakan selama ini dalam penanganan masalah kemiskinan adalah metode pendekatan

kelompok. Seperti diketahui, masalah kemiskinan merupakan salah satu persoalan mendasar yang menjadi pusat perhatian Pemerintah. Salah satu aspek penting untuk penanggulangan kemiskinan adalah, tersedianya data kemiskinan yang akurat dan objektif. Selain itu, kriteria-kriteria yang dipakai juga dengan, melakukan analisis, dimana analisis akan menjadi pedoman

dan instrumen yang tangguh, bagi pengambil kebijakan dalam memfokuskan perhatian pada penanganan masalah kemiskinan, jelas Marzuki. Mengenai data kemiskinan yang teranalisis, nantinya bisa digunakan untuk mengevaluasi kebijakan Pemerintah terhadap masalah kemiskinan.

Sekaligus membandingkan kemiskinan antar waktu dan daerah, serta menentukan target penduduk miskin, dengan tujuan untuk memperbaiki kondisi mereka. Melalui sebuah program penanganan kemiskinan. Setelah ditanya buku tentang data kemiskinan, Kadis Marzuki menjawab, " Saya juga menyambut baik dengan diterbitkannya,

Buku Analisis Data Kemiskinan berdasarkan Data PPLS, dengan itu nantinya akan menjawab persoalan-persoalan, di Kabupaten ini dan dalam rangka Pembangunan Kesejahteraan Sosial ", pungkas Kadis Marzuki. (dra)

Soal Duet dengan Ridho Herman HN : Itu Berita Hoax Daripada Jadi Wakil Mendingan Walikota Saja

Bandarlampung - Herman HN tegas membantah, ia tidak akan berpasangan dengan Ridho Ficardo pada Pilgub 2018. "Itu berita hoax/ Berita bohong. Bikin heboh suasana saja. Saya ingin berita objektif. Tanya calonnya siapa? Gak mungkin, mana bakal terjadi (berpasangan).

Saya kalau jadi wakil, mendingan walikota saja. Makanya saya tidak daftar kemana-mana hanya PDI Perjuangan itulah partai saya,” ungkapnya kepada wartawan di rumah dinasnya, Selasa (10/10).

Bagaimanapun, terang Herman, dirinya sudah sehati dengan PDI Perjuangan. Sehati sebagai calon nomor satu atau gubernur. Dengan pernyataan itu makin terang benderang bahwa Herman tak bernafsu menjadi orang nomor dua atau wakil gubernur. Bahkan, jika DPP PDI-P memerintahkannya menjadi wakil, Herman memastikan akan menolaknya.

"Saya ini nyalon nomor satu, bukan nomor dua. Kalau nomor dua sudah banyak yang mau lamar saya ngapain,” tukasnya. Orang nomor satu di Bandarlampung ini menekankan, keinginan dirinya maju dalam pilgub 2018 mendatang murni untuk memakmurkan rakyat Lampung dengan program berobat gratis, pendidikan gratis, infrastruktur bagus semua, pertanian makmur.

“Saya ingin Lampung maju. Jadi kalau katanya saya mau digandeng jadi nomor dua, tidak ada. Bohong itu. Saya nomor satu,” tegasnya. Untuk mewujudkan ambisinya menjadi orang nomor satu, Herman mengaku sudah menyiapkan rencana aksi. Bahkan untuk permulaan, ia sudah menyiapkan media sosialisasi seperti banner, baju, kalender, dan mobil operasional berlogo partai PDI-P. 

“Semua sudah kita siapkan. Banner sudah banyak, mobil PDI Perjuangan ada. Tinggal tunggu tanggal rekomendasi keluar. Ditandatangani Megawati dan Mas Hasto.,” imbuhnya. Herman HN juga mengaku sudah menyiapkan pengajuan cuti sebagai walikota.

“Kalau nyalon pasti cuti, karena masih satu wilayah. Kalau nyeberang misalnya dari Palembang mau ke Bandarlampung baru dia harus berhenti,” tandasnya. (ron)

Pemprov Lampung dan KTLD Siap Bangun KEK Pariwisata Kalianda Kejar Ketertinggalan Pemprov Rancang KEK Pariwisata di Kalianda

Bandarlampung - Pemerintah Provinsi Lampung bersama PT Krakatau Lampung Tourism Development (KLTD) siap membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata seluas 352 hektare di Kalianda, Lampung Selatan.

"Ini bentuk keseriusan Pak Gubernur Lampung," ujar Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Sutono saat memimpin rapat persiapan pengajuan KEK Pariwisata, di Grand Elty Krakatoa Resort, Kalianda, Lampung Selatan, Selasa (3/10/2017).

Sutono menjelaskan, rencana pembangunan kawasan pariwisata di Kalianda tersebut
merupakan tindaklanjut pertemuan gubernur dengan Menteri Pariwisata RI Arief Yahya saat launching Lampung Krakatau Festival (LKF) di Jakarta, 6 Agustus 2017 lalu.

"Dalam pertemuan itu, Gubernur Lampung Ridho Ficardo menawarkan beberapa wilayah potensial di Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Barat, dan Pesisir Barat. Akhirnya kita memilih Kalianda, tepatnya kawasan PT KLTD yang berpotensi menjadi KEK Pariwisata. Nantinya kita akan namai KEK Krakatoa Kalianda," kata Sutono.

Pembangunan KEK Krakatoa Kalianda akan dikembangkab oleh pemerintah bersama PT KLTD. "Jadi ini bukan kerja pemerintah semata, tetapi juga didukung korporasi. Kita harus bersinergi, untuk mengembangkan daerah pesisir sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi Lampung," kata Sutono yang juga mantan Sekretaris Kabupaten Lampung Selatan itu.

Dalam waktu dekat paparan KEK Pariwisata Kalianda akan diusulkan ke pusat, termasuk ekpos ke Kementerian Koordinator Perekonomian yang langsung akan disampaikan Gubernur Lampung Ridho Ficardo. Direktur Utama PT KTLD, Marudi Surachman, mengatakan Lampung punya potensi besar dan banyak atraksi wisata berkelas dunia. Dia mengakui perkembangan pariwisata di Lampung tidak secepat provinsi lain. Tetapi dengan program KEK, diharapkan sektor pariwisata Lampung bisa lebih baik lagi.(ist/iwa)

 

Marsus Efendi ke Babak Final Lomba INOBEL 2017

GEDONGTATAAN - Lagi - lagi, Kabupaten Pesawaran tampil di Kancah Nasional, selain Lomba Desa yang sering menampilkan nama Bumi Andan Jejama, kali ini, dunia pendidikan setempat juga berhasil mengutus salah satu nama dalam final lomba Inovasi Belajar (Inobel) 2017.

Read more...