1510970598 1510969088 1510967282 1510965471 1510963659 1510962149 1510960641 1510959129 1510957621 1510955808 1510954000 1510952444 1510950623 1510948747 1510946936 1510945127 1510943619 1510942112 1510940290 1510937314 1510935504 1510933994 1510932183 1510930374 1510928867 1510927359 1510925845 1510924033 1510922220 1510920373 1510918554 1510916732 1510914881 1510913067 1510911231 1510909235 1510907671 1510907334 Siger

Fri11172017

Last update08:28:25 AM

Back You are here: Home Siger

Siger

Jalan Pramuka Kembali Terendam Banjir

BANDAR LAMPUNG- Hujan yang mengguyur Kota Bandar Lampung pada kamis (16/11) sekitar pukul 11.30 Wib kawasan Jalan Pramuka, Rajabasa terendam air. Genangan air pun muncul di sejumlah wilayah, di Kota Tapis Berseri ini.

Intensitas hujan yang tinggi membuat genangan air yang berada di depan komplek Kwarda Lampung Kelurahan Rajabasa Nunyai, Kecamatan Rajabasa, dengan ketinggian 30-40 cm yang merendam kawasan itu pada pukul 12.00-13.00 Wib.

Soleh (20) warga setempat menuturkan, rumah warga yang berada tepat di pusat genangan air sudah sering kali menginformasikan situasi wilayahnya baik di media sosial maupun melalui pemberitaan, sampai detik ini tidak ada upaya kongkrit dari pemerintah Kota Bandar Lampung untuk mengatasi persoalan tersebut.

"Ini sudah bertahun-tahun terjadi, begitu juga informasi kami berikan kepada media. Namun yang dilakukan pemerintah Kota Bandar Lampung justru tidak menyelesaikan keluhan kami," tuturnya.

Soleh menambahkan, salah satu indikator penyebab genangan air semakin menjadi yakni adanya pembangunan jalan rigid beton. Menurutnya, tindakan pemerintah Kota Bandar Lampung dengan membangun jalan itu sudah bagus. Hanya saja kurang adanya drainase.

Soleh juga mengatakan, faktor koordinasi antar satuan kerja pemerintah Kota Bandar Lampung lemah. Ini menyebabkan jika ada kejadian di lingkungan warga selalu lambat mengatasinya.

"Rumah saya selalu terkena hempasan air dari arah atas. Sementara posisi badan jalan di depan rumah seperti cekungan. Ini yang membuat jalannya air terhambat ditambah drainase yang buruk," trandasnya. (den/ron)

Turnamen Tenis Diharapkan Lahirkan Petenis Handal

BANDAR LAMPUNG-- Asisten Bidang Umum dan Administrasi Setda Provinsi Lampung, Hamartonis Ahadis, mengapresiasi terlaksananya turnamen tenis lapangan eksekutif Fokorpimda dan turnamen tenis lapangan antar instansi se-Provinsi Lampung, di lapangan Tenis Indoor Provinsi Lampung, Kamis (16/11). Turnamen ini merupakan bagian Hari Ulang Tahun (HUT) ke- 46 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri).

Hamartoni berharap selain sebagai wahana meningkatkan silaturahmi antar pegawai, kegiatan ini juga mampu meningkatkan minat masyarakat akan olah raga tenis. “Kita juga berharap melalui turnamen ini mampu melahirkan petenis handal di lingkungan aparatur pemerintahan juga meraih prestasi Lampung dalam setiap event kejuaraan," kata Hamartoni, kemarin.

Dia berpesan kepada seluruh peserta, official, dan wasit untuk senantiasa menjunjung sportivitas dalam bertanding. “Selamat bertanding dan junjung selalu sportivitas,” ujarnya.

Menurut penanggung jawab pelaksana kegiatan, Muhammad Fatoni, turnamen berlangsung 16--19 November 2017 di Lapangan Tenis Indoor Pemprov Lampung dan Indoor Pemkot Bandar Lampung.

Turnamen terdiri dari dua kategori, yakni turnamen tenis lapangan eksekutif Forkopimda yang diikuti sembiman tim yakni Pemprov Lampung, Polda Lampung, Kajati Lampung, Korem 043/Gatam, Danlanal, Danlanud, Pengadilan Tinggi, dan Brigif Marinir Lampung.

Sedangkan turnamen tenis lapangan antar Instansi yang memperebutkan Piala Bergilir Gubernur Lampung diikuti lima tim yakni Tim Tenis Sekretariat Pemprov Lampung, Tim Tenis Kabupaten Lampung Selatan, Tim Tenis Kabupaten Way Kanan, Tim Tenis Badan Pusat Statistik Lampung, dan PT Bank Lampung.

Rangkaian HUT ke-46 Korpri ini, juga berlangsung sejumlah kegiatan. Antara lain, lomba cerdas cermat, donor darah, dan sunatan massal. Kemudian, pertandingan sepak bola, rehabilitasi rumah tidak layak huni, jalan sehat, dan sepeda santai. Acara juga diisi upacara bendera dan ziarah ke Taman Makam Pahlawan. (*/ron)

Terjaring Pol PP, 10 PSK Dibina di Dinsos

BANDAR LAMPUNG-- Badan Polisi Pamong Praja (Banpol PP) Bandar Lampung terus melakukan razia dibeberapa titik yang dinilai menjadi tempat mengkalnya penjajah cinta sesaat. Hal ini dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) setempat guna memberantas dan meminimalisir jumlah Pekeja Seks Komersial (PSK) di Kota Tapis Berseri ini.

Terbuki, hasil razia yang dilakukan Banpol PP pada Rabu ( 15/11) malam. Berbuah manis, lantaran Banpol PP berhasil meringkus 10 PSK. Dari hasil tersebut, Banpol PP langsung menyerahkan para PSK ke Dinas Sosial (Dinsos) Bandar Lampung.

Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Dinsos Bandar Lampung Muzarin Daud menerangkan kesepuluh para PSK tersebut diantaranya, Bintang (30), Irma (20), Marnita (27), Gemi (23), Tria (43), Nur (43), Sumi (54), Yani (33), Englin (26) dan Nopri (27).

"Yang tertangkap ada sembilan orang PSK dan satu orang waria. Tertangkap di beberapa lokasi seperti di Saburai, Jalan Soekarno-Hatta Bypass, dan di depan hotel di sekitaran Telukbetung," kata Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Bandar Lampung, Muzarin Daud, Kamis (16/11).

Dia menjelaskan, nantinya para PSK yang tertangkap akan dilakukan pembinaan sebelum dilepaskan. "Nanti mereka harus menghubungi orangtuanya untuk dijemput, nanti orangtuanya wajib membuat surat pernyataan diatas materai baru akan dibebaskan. Kalau sampai lebih dari tiga kali ditangkap akan kita masukkan ke panti sosial," ujarnya.

Sementara salah satu PSK, Englin (26), mengaku semalam ia ditangkap di sekitaran Jalan Kartini, Tanjungkarang Pusat saat mangkal bersama ketiga rekannya. "Sudah setahun jalani profesi ini, ya buat cari tambahan saja, kan kalau siang memang sudah kerja," katanya.

Untuk satu pelanggan, Englin mengungkapkan dirinya mematok tarif Rp600 ribu per jam. "Rp 600 ribu itu untuk satu jam saja, sudah saya sediakan hotel dan kondom. Tapi kalau nginep ya jadi Rp1,5 juta. Tapi habis ini sudahlah nggak mau lagi, nanti ketahuan kantor malah repot," tandasnya. (den/ron)

Pohon Kedondong Tumbang Timpa Rumah Warga

BANDAR LAMPUNG- Pohon kedondong yang berada tepat di belakang rumah warga rubuh dan menimpa rumah salah seorang warga di Jalan Martadinata, Gang Gunungpala, RT 04, LK I, Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Telukbetung Timur (TbT), Bandar Lampung, akibat hujan yang terus menguyur, Kamis (16/11). Beruntung tidak ada korban jiwa saat kejadian.

"Kejadian rubuh pukul 12.30 WIB siang tadi. Pohon itu memang sudah keropos bawahnya," kata ketua RT 04 LK I, kelurahan keteguhan, M Sholeh (53), di lokasi, kemarin.

Sedangkan, pemilik rumah Hasan (59) mengatakan, dirinya dan anaknya Hendrik (30) saat pohon rubuh kebetulan sedang berada diluar rumah, dikarenakan saat kejadian Hasan sedang narik becak. "Saya dan anak saya lagi kerja diluar mas," kata Hasan.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Kesiapsiaga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandar Lampung Muhammad Rizki mengatakan, penyebab runtuhnya pohon tersebut lantaran tidak mampu menahan kencangnya tiupan angin ditambah hujan deras mengguyur. "Untuk saat ini tumbangnya pohon itu diakibatkan karena tidak mampu menahan angin ditambah hujan mengguyur," ujarnya.

Dikatakannya, saat ini dirinya tidak dapat menafsirkan kerugian akibat rusaknya salah satu rumah warga lantaran tertimpah batang pohon tersebut dengan alasan saat ini pihaknya tengah mendata kerugian tersebut. "Kalau sekarang kita tidak menafsirkan, sebab ini tim saya sedang mendata kerugian dan lainnya," tuturnya.

Rizki mengatakan, BPBD telah menerjunkan delapan personil untuk memotong dan memindahkan batang pohon dengan delapan mesin senso. "Kalau untuk personilnya, kita sudah terjunkan delapan personil, dan personil itu membawa mesin senso untuk memotong batang pohon dan tali tambang," terangnya.

Dilain pihak, menanggapi tumbangnya sebuah pohon yang berada di Jalan Martadinata, Gang Gunungpala, RT 04, LK I, Kelurahan Keteguhan, Kecamatan TbT, ketua Komisi III DPRD Bandar Lampung Wahyu Lesmono, meminta agar Dinas Pertanian dan Perkebunan setempat dapat mendata berapa jumlah pepohonan yang berpotensi dapat tumbang saat curah hujan tinggi.

"Ini kan sudah memasuki musim penghujan, jadi seharusnya Dinas Pertanian bisa mempersiapkan hal tersebut seperti pemotongan pohon yang dinilai berpotensi tumbang saat curah hujan tinggi," jelasnya.

Selain Dinas Perkebunan, keTua fraksi PAN DPRD Bandar Lampung tersebut meminta agar masyarakat dapat bersinergi dengan pemerintah setempat jika terdapat pohon yang dinilai tidak mampu menahan terjangan angin dan curah hujan yang tinggi.

"Misalkan ada pohon yang dinilai rapuh, bersegeralah masyarakat untuk melaporkan hal tersebut ke BPBD atau Disperbun agar pohon tersebut dapat ditangani secara baik agar tidak ada pihak yang dirugikam akibat tumbangnya pohon," pungkasnya. (den/ron)

Jadi Narasumber di Kementrian Agraria Herman Tunjukkan Berhasil Tata Pedagang Pasar

WALIKOTA Bandar Lampung Herman HN menunjukkan keberhasilannya dalam melakukan penataan ruang dan wilayah Bandar Lampung di depan Kementrian Agraria dan Tata Ruang.

Hal tersebut disampaiknnya, saat menjadi narasumber dalam seminar bertemakan Penegakan Hukum Indikasi Pelanggaran Pemanfaatan Ruang, di Kantor Kementrian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan, Selasa (14/11).

Dalam sambutannya, ia pun menunjukan keberhasilannya dalam melakukan penataan pedagang Pasar Tengah di Jalan Pangkal Pinang pada tahun 2011 lalu. Dengan cara pendekatan dengan preman dan pedagang setempat, puluhan lapak pedagang yang ada di jalan Pangkal Pinang, dan jalan Bengkulu akhirnya berpindah di terminal Ramayana, tanpa adanya perlawanan.

"Dalam penataan wilayah, saya menirukan tindakan pak presiden (Jokowi) saat menjadi walikota solo waktu itu. Kita melakukan pendekatan, akhirnya dalam waktu 2 Minggu semua pedagang disekitar jalan itu berpindah semua diterminal Ramayana. Dengan perjanjian membebaskan retribusi kebersihan dan keamanan," kata Herman HN dalam seminar yang disampaikan oleh Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemkot Bandar Lampung, Paryanto, Kamis (16/11).

Padahal, sebelum melakukan penataan pasar tengah, keadaannya semerawut, dan macet. Namun saat ini terlihat bersih, tidak semerawut, dan mengurangi kemacetan. "Inilah salah satu langka saya waktu menjabat pertama kali menjadi walikota," ujar Herman, melalui Paryanto.

Selain itu, Herman juga menunjukkan keberhasilannya dalam mempermudah perizinan di kota Bandar Lampung , menurutnya semua perizinan usaha tidak sampai seminggu sudah jadi, hal ini untuk mempermudah investasi di Bandar Lampung.

"Kami permudah investasi, dengan cara mempemudah layanan perizinan, dengan cara cepat dan terlayani dalam satu atap, karena kita (Pemkot ) punya kantor satu atap untuk mengurus perizinan," terangnya.

Namun, tentunya permudah perizinan tersebut, harus disesuaikan dengan zona yang ada, jangan sampai izin usaha ditempatkan di zona yang salah.
"Kami ada zona pendidikan, perdagangan, pemukiman, dan lain-lain, jadi untuk pefiiznan harus sesuai dengan zonasi yang sudah ditentukan," tandasnya.

Selain itu, Herman pun menegaskan aturan agar lahan sawah di Bandar Lampung tidak diperbolehkan untuk pemukiman dan tempat usaha.
"Ada aturan khusus, sejumlah sawah di Bandar Lampung sudah ditetapkan untuk tidak digusur pemukiman atau tempat usaha, hal ini dilakukan agar lahan persawahan di Bandar Lampung tidak habis," pungkasnya. (ron)

 

Bandara Radin Inten II Terbaik Ketiga Nasional

BANDAR LAMPUNG-Bandara Radin Inten II, Lampung Selatan meraih peringkat terbaik ketiga nasional pada pegelaran Bandara Award 2017 oleh Kementerian Perhubungan RI, di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (14/11) malam.


Ajang bergegsi tersebut diikuti sebanyak 300 bandara seluruh Indonesia, dan Bandara Radin Inten II menempati posisi ketiga setelah peringkat pertama diraih Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, Sulawesi Tengah dan kedua Bandara Djalaludin Gorontalo.


Humas Bandara Radin Inten II, Wahyu Aria Sakti mengatakan, berbagai jenis kategori yang dinilai dewan juri mulai dari segi pelayanan, keamanan, perlengkapan bandara, dan kebersihan. Penghargaan tersebut menurutnya akan menjadi stimulan bagi seluruh stakeholder bandara untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.


Terlebih, kata dia, upaya meningkatkan status menjadi bandara internasional semakin dipermatang melalui pembenahan fasilitas bandara dan segala persyaratan satu persatu telah terpenuhi.
"Tinggal menunggu waktu saja, prestasi ini diharapkan bisa mempercepat peralihan status Bandara Radin Inten II menjadi bandara internasional. Ada penambahan fasititas juga seperti garbarata," ujar Wahyu, saat dihubungi melalui sambungan telepon. (rik)

Ridho Ajak Penyuluh Genjot Daya Saing Lampung

BANDAR LAMPUNG- Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo, mengajak penyuluh ikut meningkatkan daya saing Lampung dengan membantu petani membangun usaha yang berdaya saing tinggi.  Dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kata Gubernur, lebih tepat diarahkan ke sektor pertanian.


Pasalnya, lebih dari 55% penduduk Lampung bekerja sebagai pelaku utama yang di sektor pertanian. Lampung merupakan provinsi di ujung selatan Sumatera yang posisinya strategis dengan luas wilayah 35.376,5 km2 dan menjadi salah satu provinsi agrobisnis di Indonesia.


"Pemerintah Provinsi Lampung mendukung peran penyuluh dengan mengalokasikan Bantuan Operasional Penyuluh (BOP) kepada 1.800 penyuluh se-Lampung. Insya Allah pembagian BOP triwulan ketiga Juli-September keluar dalam waktu dekat,” kata Ridho melalui Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Sutono, pada rapat teknis penyuluhan pertanian se-Provinsi Lampung di Aula Begadang Resto, Rabu(15/11).


Ridho mengakui jumlah penyuluh pertanian di Provinsi Lampung masih kurang. Saat ini jumlah penyuluh 1.440, sedangkan jumlah desa dan kelurahan 2.640. Idealnya jumlah penyuluh pertanian 2.640 orang. Dengan demikian terdapat kekurangan jumlah penyuluh pertanian sebanyak 1.200 orang.


Pemprov terus mendukung penyuluh agar mampu mengembangkan usaha pertanian yang tangguh, bertani lebih baik (better farming), berusahatani lebih menguntungkan (better bussines), hidup lebih sejahtera (better living) dan lingkungan lebih sehat. Sutono yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (DPW Perhiptani) Provinsi Lampung itu, mengatakan Pemprov memberikan perhatian kepada pelaku pertanian untuk memajukan pertanian.


Di sisi lain, perwakilian Pusat Penyuluhan Pertanian Badan Penyuluhan dan PSDM Pertanian, Kementerian Pertanian, Hasan Latuconsina, menjelaskan memiliki perogram perkuatan kelembagaan petani seperti kelompok tani, gabungan kelompok tani, dan koorporasi petani. Pemerintah mengalokasikan anggaran penyuluhan Rp525,7 miliar.


"Sasuai arahan Presiden RI Joko Widodo, program penyuluhan itu lebih memperkuat para petani di lapangan sehingga nantinya membesar menjadi koorporasi petani dengan harapan koorporasi ini akan membangun jejaring baik, dengan pihak swasta dan BUMN,” kata Hasan.


Kelembagaan pertanian di Lampung ukup bervariasi dan penting untuk soliditas penyuluh. “Sebenernya tidak sulit menggandeng pihak swasta, yang penting kemauan petani dan saling menguntungkan. Kemudian kita hubungkan dengan pihak BUMN. Pihak BUMN itu sebenarnya siap, tinggal bagaimana usaha petani, apakah menguntungkan atau tidak,” ujar Hasan. (rilis)