Fri11172017

Last update08:28:25 AM

Back You are here: Home Siger Pembangunan Hindu Center PHDI Gubernur Hibahkan 3 Ha Tanah

Siger

Pembangunan Hindu Center PHDI Gubernur Hibahkan 3 Ha Tanah

GUBERNUR Lampung M Ridho Ficardo menghibahkan 3 hektar tanah untuk umat Hindu di Kotabaru, Jati Agung, Lampung Selatan. Di atas tanah tersebut, rencananya berdiri Hindu Center Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Lampung.

Surat hibah yang tertuang dalam SK Gubernur Nomor G/426/N.07/HK/2017 tersebut disampaikan Gubernur Ridho kepada Ketua PHDI Lampung Ketut Pasek pada upacara Pujawali perayaan Hari Suci Kuningan di Pura Khayangan Jagad Kerti Bhuana, Way Lunik, Bandar Lampung, Sabtu (11/11) pagi. Gubernur berharap tanah tersebut dapat bermanfaat bagi PHDI dalam membina umat Hindu di Lampung.

"Kita sama-sama warga Lampung, sama-sama memiliki kepentingan untuk memajukan dan menyejahterakan Provinsi Lampung. Dua tahun berturut-turut kita mendapatkan penghargaan penanganan konflik sosial terbaik se-Indonesia. Itu tidak mungkin kita peroleh kalau tidak ada kesadaran kita bersama," kata Gubernur Ridho di hadapan ribuan umat Hindu se-Lampung, melalui rilis yang diterima Haluan Lampung, Minggu (12/11).

Raihan penanganan konflik terbaik tingkat nasional dari Kementerian Dalam Negeri, kata Gubernur, juga berpengaruh terhadap kenaikan daya saing Provinsi Lampung dari posisi 25 menjadi 14 nasional. Demikian halnya dengan Anugerah Pandu Negeri 2017 yang baru saja diraih semata-mata bukan hanya hasil kerja Gubernur dan Pemprov saja.

"Tapi ini hasil kerja keras seluruh masyarakat Lampung. Salah satunya adalah peran umat Hindu sebagai bagian dari keluarga besar Lampung yang ikut bahu membahu membangun di berbagai sektor," ujarnya.

Hibah tanah tersebut menurut Ketut Pasek akan dijadikan pusat pembinaan umat Hindu dalam mendukung pembangunan Provinsi Lampung dalam bentuk Hindu Center, meningat populasi umat Hindu terbesar Indonesia di luar Bali berada di Lampung. Kehadiran Hindu Center di Lampung, kata Pasek, merupakan bukti Lampung guyub dalam kehidupan beragama.

"Atas nama umat Hindu saya berterimakasih atas bantuan dan perhatian Pak Gubernur kepada umat Hindu. Terutama atas upaya menjaga seluruh umat di Provinsi Lampung agar semakin guyub tidak ada konflik berlatarbelakang suku bangsa dan agama," kata Ketut Pasek yang juga pemilik PO Bus Puspa Group tersebut.

Rangkaian perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan, kata Ketut Pasek, belangsung setiap tujuh bulan nasional atau enam bulan Bali. "Perayaan ini untuk embangkitkan sifat positif dalam diri. Kemudian, kemenangan sifat positif terhadap sifat negatif atau kemenangan dharma atas adharma yang akan diaktualisasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Umat Hindu amat mementikan hidup damai bersama masyarakat Lampung lainnya," kata Ketut Pasek. (*/ron)